Kendari — Universitas Mandila Waluya (UMW) secara resmi menggelar acara wisuda dan pelepasan mahasiswa Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, 6 April 2026. Acara yang berlangsung di gedung olahraga kampus UMW Kendari tersebut menampilkan 387 mahasiswa lulusan dari Unit Hukum dan Legal yang akan memasuki karir profesional di berbagai sektor hukum dan pemerintahan.
Atmosfer meriah mewarnai penyelenggaraan wisuda ini, dengan kehadiran pimpinan universitas, dosen, orang tua mahasiswa, dan undangan dari instansi pemerintah serta firma hukum terkemuka di Indonesia. Para lulusan berdiri dengan percaya diri mengenakan toga akademik hitam, siap melangkah ke dunia karir yang menanti di depan mata.
Latar Belakang dan Signifikansi Wisuda
Wisuda Periode II 2026 menjadi momentum penting bagi Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Hukum dan Legal yang telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri hukum modern. Jumlah 387 lulusan pada periode ini menandakan pertumbuhan yang stabil dalam minat calon mahasiswa terhadap program studi hukum di UMW.
Unit Hukum dan Legal, yang berdiri sejak tahun 2015, telah menghasilkan ribuan profesional hukum yang tersebar di seluruh nusantara. Lulusan-lulusan tersebut kini bekerja di berbagai lembaga, mulai dari Kejaksaan Agung, Pengadilan, Kementerian Hukum dan HAM, hingga firma hukum swasta berskala nasional dan internasional.
Ketua Unit Hukum dan Legal, Dr. Suwandi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan selama ini telah diselaraskan dengan standar internasional dan kebutuhan pasar kerja. “Kami memastikan setiap mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Suwandi saat diwawancara sebelum acara wisuda dimulai.
Rangkaian Acara Wisuda yang Meriah
Acara wisuda dimulai pukul 08.00 pagi WITA dengan pembukaan oleh Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Suryanto, S.E., M.B.A. Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Bambang menekankan pentingnya integritas dan etika profesional bagi setiap lulusan UMW yang akan terjun ke masyarakat.
“Mahasiswa yang hari ini berwisuda adalah aset berharga bagi bangsa dan negara. Saya memohon kepada seluruh lulusan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, integritas, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan jasa hukum,” pesan Rektor Bambang dengan nada serius namun penuh harapan.
Setelah sambutan pembuka, dilanjutkan dengan acara pengukuhan gelar akademik yang disertai pembacaan nama-nama lulusan. Para mahasiswa menghampiri rektor dan pimpinan unit untuk menerima piagam kelulusan mereka. Suasana penuh emosi terlihat di wajah para orang tua yang menyaksikan momen berharga ini, banyak di antara mereka yang mengalirkan air mata bahagia melihat buah hati mereka meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.).
Sebanyak 210 mahasiswa meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dengan berbagai spesialisasi hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, dan hukum bisnis. Sementara itu, 177 mahasiswa meraih gelar Magister Hukum (M.H.) dengan fokus pada hukum lingkungan, hukum ketenagakerjaan, dan hukum internasional.
Prestasi Mahasiswa dan Pencapaian Akademik
Dalam acara ini, juga diumumkan prestasi-prestasi akademik yang telah diraih mahasiswa selama masa studi mereka. Beberapa mahasiswa berprestasi mendapatkan penghargaan cum laude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,75 dari skala 4.0.
Salah satu mahasiswa berprestasi adalah Fitrah Nabila, lulusan Sarjana Hukum dengan IPK 3,89. Fitrah telah aktif mengikuti berbagai kompetisi debat hukum tingkat nasional dan internasional. “Saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi di UMW dengan prestasi yang memuaskan. Pengalaman selama kuliah, terutama melalui praktik di pengadilan dan firma hukum, telah membentuk saya menjadi seorang juris yang siap berkontribusi,” ungkap Fitrah dengan penuh semangat.
Sementara itu, Dwi Hendrik Saputra, lulusan Magister Hukum dengan fokus pada hukum lingkungan, telah menulis tesis yang mendapat pujian dari dewan penguji. Tesis Dwi tentang “Implementasi Prinsip Keberlanjutan Lingkungan dalam Perizinan Usaha Pertambangan di Indonesia” dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan hukum lingkungan nasional.
“Saya ingin bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu menegakkan regulasi lingkungan yang lebih kuat. Melalui pendidikan di UMW, saya telah memahami kompleksitas hukum lingkungan dan bagaimana caranya menjadi advokat yang efektif untuk kelestarian alam,” jelas Dwi dengan antusias.
Pernyataan Pimpinan Universitas dan Harapan Masa Depan
Rektor Bambang Suryanto dalam keskesempatan wawancara lebih lanjut menyatakan bahwa Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi hukum terkemuka, baik lokal maupun internasional, untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang kaya,” ungkap Rektor Bambang.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pihak universitas juga terus mengembangkan fasilitas pembelajaran, termasuk moot court (ruang simulasi pengadilan) dan legal clinic (klinik hukum) yang memungkinkan mahasiswa untuk melayani masyarakat sambil belajar.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Indra Wijaya, S.H., M.H., juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh dosen dan staf yang telah bekerja keras mendukung kelulusan mahasiswa. “Kesuksesan wisuda ini adalah hasil kerja keras kolektif dari semua pihak. Dosen-dosen kami yang berdedikasi telah memberikan yang terbaik, dan saya yakin lulusan UMW akan menjadi duta keadilan yang baik di masyarakat,” kata Prof. Indra.
Testimoni Mahasiswa dan Rencana Karir
Beberapa mahasiswa yang baru saja lulus memberikan testimoni mereka mengenai pengalaman belajar di UMW. Siti Nurhaliza, lulusan Sarjana Hukum dengan spesialisasi hukum pidana, menceritakan bagaimana pembelajaran di kelas telah diiringi dengan pengalaman magang di pengadilan negeri Kendari.
“Magang di pengadilan sangat bermanfaat. Saya bisa melihat langsung bagaimana proses persidangan berlangsung, bagaimana hakim mengambil keputusan, dan bagaimana advokat membela kliennya. Pengalaman ini membuat saya siap untuk menjadi advokat pidana yang berkompeten,” cerita Siti penuh keyakinan.
Rencana karir Siti adalah untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat magister dan kemudian membuka kantor advokat yang fokus pada pembela hak-hak tersangka dan terpidana. “Saya ingin memastikan bahwa setiap orang, baik kaya maupun miskin, mendapatkan hak untuk dibela dengan baik di pengadilan,” terang Siti dengan penuh idealisme.
Lulusan lainnya, Budi Santoso, yang meraih gelar Magister Hukum dengan konsentrasi hukum bisnis, telah mendapatkan penawaran kerja dari sebuah firma hukum internasional yang berbasis di Jakarta. “Saya sangat bahagia dengan penawaran ini. Firma hukum ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia, dan saya akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja pada kasus-kasus korporat tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Dukungan dari Institusi dan Masyarakat Hukum
Wisuda ini juga mendapat dukungan dari berbagai institusi hukum terkemuka. Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Bambang Hermanto, S.I.K., M.H., yang hadir dalam acara, memberikan apresiasi kepada lulusan UMW yang nantinya akan berkontribusi dalam pelaksanaan hukum dan keadilan.
“Polri membutuhkan tenaga profesional muda yang menguasai hukum dengan baik. Lulusan UMW dapat menjadi partner kami dalam menegakkan hukum dan ketertiban di masyarakat,” kata Kombes Pol. Bambang dengan optimis.
Ketua Pengadilan Negeri Kendari, Drs. Sutaryanto, S.H., M.H., juga menyampaikan harapan serupa. Beliau mengungkapkan bahwa pengadilan memerlukan sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi dan memiliki integritas kuat untuk menjalankan fungsi yudisial dengan baik.
“Saya mengundang lulusan UMW yang berminat untuk bergabung dengan Pengadilan Negeri Kendari. Kami selalu membuka kesempatan bagi profesional muda yang bersemangat untuk memberikan akses keadilan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dampak dan Kontribusi Lulusan terhadap Masyarakat
Kelulusan 387 mahasiswa dari Unit Hukum dan Legal diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan hukum di Indonesia. Dengan tersebar di berbagai daerah dan sektor, lulusan-lulusan ini diharapkan dapat membawa pembaruan dalam praktik hukum dan memberikan layanan hukum yang lebih baik kepada masyarakat.
Dr. Suwandi, Ketua Unit Hukum dan Legal, menekankan bahwa lulusan UMW diharapkan tidak hanya menjadi praktisi hukum yang sukses secara finansial, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang peduli terhadap keadilan sosial.
“Kami percaya bahwa seorang juris yang baik adalah mereka yang tidak hanya mengerti hukum, tetapi juga memahami realitas sosial masyarakat. Saya berharap lulusan kami dapat menjadi advokat bagi kelompok-kelompok yang kurang beruntung,” katanya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Dr. Suwandi juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen, mahasiswa, dan instansi mitra yang telah berkontribusi dalam suksesnya program pendidikan hukum di UMW.
Penutup
Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Universitas Mandala Waluya menjadi momen yang bersejarah bagi 387 lulusan Unit Hukum dan Legal yang siap memasuki dunia karir profesional. Dengan bekal pendidikan yang solid, pengalaman praktis yang kaya, dan semangat keadilan yang tinggi, lulusan-lulusan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan hukum dan keadilan di Indonesia.
Para lulusan telah meninggalkan bangku kuliah dengan membawa misi untuk menegakkan hukum dan keadilan. Masa depan hukum Indonesia, sebagian, kini berada di tangan mereka yang baru saja berwisuda ini. Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Hukum dan Legal, telah melakukan tugasnya dengan baik untuk mempersiapkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan dunia hukum modern.
Selamat berjuang, para lulusan Universitas Mandala Waluya. Semoga dedikasi dan komitmen kalian terhadap keadilan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus
Kendari, 6 April 2026