KENDARI – Universitas Mandala Waluya melalui Unit Hukum dan Legal (UHL) mengumumkan peluncuran program magang terintegrasi terbaru yang menandai era baru dalam pendidikan praktis bidang hukum di kampus tersebut. Program yang diresmikan pada Rabu, 16 April 2026, ini menjalin kerjasama dengan lebih dari 25 kantor hukum terkemuka di seluruh Indonesia, membuka peluang pembelajaran langsung bagi mahasiswa tingkat akhir.
Inisiatif akademik ini merupakan respons konkret dari Unit Hukum dan Legal terhadap kebutuhan industri legal Indonesia yang terus berkembang. Dengan menggandeng mitra profesional dari Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja autentik kepada mahasiswa sebelum memasuki praktik profesi.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Unit Hukum dan Legal Universitas Mandala Waluya, yang merupakan salah satu divisi akademik terkuat di universitas, telah menyadari kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dengan praktik nyata di dunia profesi hukum. Selama bertahun-tahun, institusi ini fokus pada pengajaran substansi hukum melalui metode konvensional, namun belum memiliki mekanisme sistematis untuk menghubungkan mahasiswa dengan praktisi hukum secara berkelanjutan.
Kepala Unit Hukum dan Legal, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program ini lahir dari diskusi mendalam dengan para lulusan dan pemangku kepentingan di industri legal.
“Kami menerima banyak umpan balik bahwa lulusan kami memiliki fondasi teori yang kuat, tetapi kurang terpapar dengan dinamika nyata perkara, negosiasi klien, dan praktik administrasi hukum modern. Program magang terintegrasi ini adalah solusi komprehensif untuk menjembatani gap tersebut,” ujar Prof. Bambang dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Gedung Rektorat Universitas Mandala Waluya pada Selasa sore.
Program ini dirancang dengan melibatkan Kaprodi Hukum Pidana Dr. Irfan Harahap, S.H., M.H., dan Kaprodi Hukum Perdata Dra. Siti Nurhaliza, S.H., M.H., yang menjadi arsitektur kurikulum magang.
Struktur dan Mekanisme Program
Program magang terintegrasi dibagi menjadi dua fase utama yang berlangsung selama satu semester akademik (enam bulan). Fase pertama, berlangsung selama 12 minggu pertama, mahasiswa akan ditempatkan di kantor hukum mitra dengan bimbingan langsung dari partner supervising attorney. Dalam fase ini, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aspek praktik hukum, mulai dari riset hukum, drafting dokumen, hingga pendampingan klien.
Fase kedua, sepanjang 12 minggu berikutnya, mahasiswa akan kembali ke kampus dengan membawa pengalaman praktis dan akan menganalisis kasus-kasus nyata yang mereka tangani melalui seminar intensif dengan dosen pembimbing akademik. Model pembelajaran ini disebut sebagai “reflective learning cycle” yang memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan pengalaman empiris.
“Setiap mahasiswa akan ditugaskan ke kantor hukum berdasarkan minat spesialisasi mereka. Kami memiliki kantor yang fokus pada hukum korporat, hukum lingkungan, hukum pidana, hukum keluarga, dan hukum tata negara. Dengan cara ini, mahasiswa benar-benar mendapatkan exposure yang sesuai dengan jalur karir yang mereka inginkan,” ungkap Dra. Siti Nurhaliza dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, setiap mahasiswa akan memiliki dua pembimbing: seorang attorney profesional di kantor hukum mitra (praktisi pembimbing) dan seorang dosen di UHL (akademik pembimbing). Kedua pembimbing ini akan melakukan komunikasi reguler untuk memastikan pembelajaran berjalan optimal dan sesuai dengan standar akademik yang ditetapkan oleh universitas.
Kemitraan Strategis dengan Kantor Hukum Terkemuka
Dalam pengundangan resmi, Universitas Mandala Waluya telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan 25 kantor hukum mitra, termasuk Kantor Hukum Soewandono & Associates (Jakarta), Kantor Hukum Rahasia Nugraha (Surabaya), dan Kantor Hukum Adil Sejahtera (Medan). Komitmen ini menunjukkan kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan UHL Mandala Waluya.
Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Mandala Waluya, Ir. H. Dharma Kusuma, M.Pd., mengapresiasi dukungan kantor-kantor hukum tersebut.
“Kemitraan ini bukan sekadar formalitas. Para mitra kami adalah pemimpin industri yang aktif memilih mahasiswa terbaik kami untuk dilatih langsung. Ini adalah validasi terbaik terhadap kualitas program yang kami tawarkan,” kata Ir. Dharma Kusuma dengan penuh antusiasme.
Kantor Hukum Soewandono & Associates, sebagai salah satu kantor hukum paling prestisius di Jakarta, menyatakan kesiapannya menerima hingga lima mahasiswa per semester. Menurut Senior Partner Kantor Hukum tersebut, Bambang Soewandono, S.H., M.H., program ini memberikan kesempatan bagi kantor hukumnya untuk mengidentifikasi talenta muda yang berpotensi menjadi associate tetap di masa depan.
“Dari perspektif kantor hukum, program ini sangat bernilai. Kami bisa melatih generasi muda sesuai standar dan budaya kerja kami, sambil mereka mendapatkan pengalaman praktikal yang tak ternilai. Beberapa peserta magang kami di masa lalu kini telah menjadi attorney berpengalaman,” papar Bambang Soewandono melalui video conference yang ditayangkan dalam acara peluncuran.
Metodologi Penilaian dan Evaluasi
Evaluasi mahasiswa magang akan dilakukan secara komprehensif melalui tiga instrumen utama. Pertama, evaluasi dari praktisi pembimbing yang mencakup kinerja, etika, dan kompetensi teknis. Kedua, penilaian dari akademik pembimbing berdasarkan laporan minggu, jurnal refleksi, dan presentasi final. Ketiga, ujian komprehensif yang menguji pemahaman mahasiswa terhadap kasus-kasus yang telah ditangani selama magang.
Kaprodi Hukum Pidana Dr. Irfan Harahap menjelaskan bahwa standar kelulusan program magang sangat ketat.
“Mahasiswa harus mencapai minimal nilai B+ dari praktisi pembimbing dan akademik pembimbing. Kami juga mempertimbangkan ethical conduct dan professional demeanor. Jika ada mahasiswa yang tidak memenuhi standar etika profesi, meskipun nilai akademiknya tinggi, kami tidak akan memberikan sertifikat magang,” tegas Dr. Irfan Harahap dengan serius.
Dampak Terhadap Ekosistem Akademik
Peluncuran program ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem akademik Universitas Mandala Waluya. Pertama, secara kuantitas, program ini akan melibatkan sekitar 60-80 mahasiswa per tahun akademik, mengingat UHL Mandala Waluya memiliki kurang lebih 150 mahasiswa tingkat akhir setiap tahunnya.
Kedua, secara kualitas, program ini diharapkan meningkatkan alumni employability rate. Rektior Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. H. Sudibyo, M.Sc., menyatakan bahwa universitas berkomitmen meningkatkan angka penempatan kerja lulusan hingga 95% dalam tahun-tahun mendatang.
“Dengan program magang terintegrasi ini, kami yakin banyak mahasiswa yang akan mendapatkan penawaran kerja langsung dari kantor hukum mitra, bahkan sebelum mereka lulus. Ini akan menjadi kompetitif advantage Universitas Mandala Waluya dalam persaingan dengan universitas sejenis lainnya,” ungkap Prof. Sudibyo dengan optimisme.
Ketiga, program ini akan memperkuat positioning UHL sebagai pusat pendidikan hukum praktis yang relevan dengan industri. Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan program studi hukum di Indonesia semakin ketat dengan banyaknya universitas yang meluncurkan program sejenis. Program magang terintegrasi ini menjadi diferensiator yang signifikan.
Infrastruktur Pendukung dan Persiapan
Untuk mendukung kelancaran program, UHL Mandala Waluya telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. Pertama, Pusat Magang dan Karir (PMK) telah dibentuk sebagai unit yang menangani koordinasi, monitoring, dan evaluasi program. Pimpinan PMK dipegang oleh Drs. Hendra Gunawan, S.H., M.H., seorang dosen berpengalaman dengan latar belakang praktik di Kantor Hukum Harahap & Associates selama 8 tahun.
Kedua, infrastruktur teknologi untuk monitoring jarak jauh telah disiapkan, termasuk platform reporting online dan sistem mentoring berbasis aplikasi mobile. Hal ini memudahkan komunikasi antara pembimbing akademik dan praktisi pembimbing, serta tracking kemajuan mahasiswa secara real-time.
Ketiga, sarana perpustakaan digital hukum telah ditingkatkan dengan berlangganan database legal terkini seperti Hukumonline Premium dan Thomson Reuters Legal Research Platform. Dengan akses ini, mahasiswa magang dapat mengakses jurisprudensi, doktrin, dan peraturan terkini dari mana saja.
Perspektif Mahasiswa
Meski program baru ini belum sepenuhnya dijalankan, antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Beberapa mahasiswa tingkat akhir yang sempat diwawancarai mengungkapkan harapan mereka terhadap program ini.
“Saya sangat tertarik untuk ikut program magang ini, terutama dengan kantor hukum di Jakarta. Pengalaman praktis yang akan saya dapat tentu tidak bisa didapat hanya dari belajar teori di kampus. Plus, ini adalah kesempatan untuk networking dengan profesional hukum sejati,” kata Elsa Ramadhani, mahasiswa semester 7 Hukum Pidana.
Sementara itu, Reza Fahrian, mahasiswa semester 7 Hukum Perdata, menambahkan: “Program ini memberikan kepastian bahwa ketika saya lulus nanti, saya sudah memiliki pengalaman yang sangat berharga. Saya juga yakin kesempatan ini akan meningkatkan peluang saya untuk langsung bekerja setelah lulus.”
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Meskipun baru diluncurkan, UHL Universitas Mandala Waluya sudah memiliki visi jangka panjang untuk program ini. Dalam tiga tahun ke depan, universitas menargetkan ekspansi kerjasama ke 50 kantor hukum, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat regional Asia Tenggara.
“Kami ingin agar lulusan UHL Mandala Waluya bisa bersaing di tingkat internasional. Program magang terintegrasi ini adalah fondasi awal. Di masa depan, kami juga akan meluncurkan double degree program dengan universitas hukum terkemuka di Malaysia dan Singapura,” ungkap Prof. Bambang Sutrisno dengan visi yang ambisius namun realistis.
Penutup
Peluncuran Program Magang Terintegrasi oleh Unit Hukum dan Legal Universitas Mandala Waluya pada 16 April 2026 menandai momentum penting dalam evolusi pendidikan hukum di Kendari. Program ini bukan hanya sekadar inisiatif administratif, melainkan refleksi komitmen nyata universitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya paham teori, tetapi juga siap terjun langsung ke praktik profesi.
Dengan dukungan dari kantor-kantor hukum terkemuka, infrastruktur akademik yang memadai, dan komitmen dari seluruh stakeholder, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi best practice dalam pendidikan hukum Indonesia. Para lulusan UHL Mandala Waluya dalam beberapa tahun ke depan diharapkan tidak hanya menjadi praktisi hukum yang kompeten, tetapi juga profesional yang etis dan berintegritas tinggi.
Pertanyaan kini tinggal bagaimana program ini akan dieksekusi dan apakah harapan-harapan tinggi yang telah dibangun dapat terealisasi sepenuhnya. Namun, berdasarkan persiapan matang yang telah dilakukan, optimisme tampak sangat beralasan. Universitas Mandala Waluya telah membuktikan dirinya sebagai institusi yang visioner dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Program Magang Terintegrasi adalah bukti nyata dari komitmen itu, dan Indonesia sedang menantikan kontribusi nyata dari lulusan program ini di masa depan.
—
Artikel ini diterbitkan pada 16 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Kantor Admisi Universitas Mandala Waluya atau mengunjungi situs resmi www.unimandalawaluya.ac.id